ORANG UTAN DAN RUMAHNYA

Facebook
WhatsApp
Telegram
Email

Orang utan merupakan kerabat dekat manusia yang wajib untuk kita lindungi. Satwa endemik nusantara ini sedang berjuang untuk tetap bertahan ditengah ancaman kerusakan hutan akibat kebakaran, perambahan dan alih fungsi lahan. Hutan yang merupakan rumah bagi satwa frugivora ini tak luput dari ancaman yang membuat luasannya berkurang. Hal ini tentu berdampak bagi kesejahteraan orang utan. Orang utan yang merasa hutannya semakin sempit dan pohon pakannya hilang akan berusaha mencari makanan dan tempat tinggal yang nyaman di tempat lain. Bisa saja mereka menuju pemukiman penduduk dan memakan tanaman yang ada di kebun. Mungkin #temankOU sudah sering mendengar adanya konflik antara orang utan dan manusia, karena manusia menganggap orang utan sebagai hama yang merusak kebun mereka. Jika sudah terjadi hal demikian, tidak hanya manusia saja yang merugi, orang utan pun kadang akan terbunuh. Lalu apa sebenarnya alasan orang utan harus tetap ada di hutan?

Keberadaan orang utan di hutan sangat bermanfaat untuk kelestarian hutan itu sendiri. Satwa yang dikenal cerdas ini merupakan penyebar biji-bijian. Saat orang utan makan sambil menjelajah hutan, ia akan membuang biji dari tumbuhan yang ia makan bersama dengan kotorannya. Biji-biji yang disebarkan oleh orang utan tersebut nantinya akan tumbuh menjadi pohon. Pohon-pohon tersebut akan menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup. Kita juga tentu sangat memerlukan oksigen untuk bernafas bukan?

Selain itu tentu #temankOU juga tahu jika orang utan beristirahat di sarangnya. Untuk membangun sarang, orangutan akan mematahkan ranting-ranting pepohonan, hal ini tentu bermanfaat untuk membuka kanopi hutan, sehingga cahaya matahari dapat masuk ke lantai hutan, sehingga biji yang telah disebar oleh orang utan tadi dapat tumbuh dengan baik menjadi pohon. Selain menghasilkan oksigen, pohon juga dapat mencegah berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor serta dapat mengatur tata air, sehingga menghasilkan air bersih. Manusia juga tidak bisa hidup tanpa air bersih kan?

Dengan berbagai peran penting yang dijalankan oleh orang utan di hutan, kita wajib untuk menjaga kelestariannya dan membiarkannya hidup tanpa gangguan di hutan yang merupakan habitat orang utan.  Bila orang utan dikandangkan, menjadi hewan peliharaan, sudah tentu kelestarian hutan kita akan terancam. Orang utan tidak akan dapat menjalankan perannya jika berada di rumah, di dalam kandang. Satwa ini akan menjalankan fungsinya dengan baik, jika ia hidup bebas di alam liar.

Manusia dan orang utan sama-sama butuh hujan. Jadi ayo kita jalankan bagian kita untuk menjaga kelestarian hutan dan orang utan, agar ekosistem hutan tetap seimbang dan Bumi, satu-satunya planet yang kita huni, tetap menjadi tempat yang layak untuk setiap makhluk ciptaan Tuhan.

Artikel Lainya:

E-Newsletter Edisi September 2023

Halo #temankOU, Selamat datang di E-Newsletter OF-UK Indonesia. Ini merupakan E-Newsletter OF-UK Indonesia Edisi September 2023.  E-News OF-UK Indonesia merupakan media edukasi dan berbagi informasi

E-Newsletter Edisi Agustus 2023

Halo #temankOU, Selamat datang di E-Newsletter OF-UK Indonesia. Ini merupakan E-Newsletter OF-UK Indonesia Edisi Agustus 2023.  E-News OF-UK Indonesia merupakan media edukasi dan berbagi informasi

E-Newsletter Edisi Juli 2023

Halo #temankOU, Selamat datang di E-Newsletter OF-UK Indonesia. Ini merupakan E-Newsletter OF-UK Indonesia Edisi Juli 2023.  E-News OF-UK Indonesia merupakan media edukasi dan berbagi informasi

Membina Generasi Muda Sayang Alam

OF-UK Indonesia mendukung BKSDA Kalimantan Tengah dalam melaksanakan program edukasi yang diselenggarakan dalam rangka menyambut pelaksanaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Kegiatan edukasi yang dilaksanakan

Menengok Site Restorasi

OF-UK Indonesia mendukung BKSDA Kalimantan Tengah dalam kegiatan restorasi hutan. Site restorasi yang dikelola BKSDA Kalimantan Tengah dan OF-UK Indonesia terletak di Suaka Margasatwa Lamanadau

Keluarga Baru Yang Menakjubkan

Acuy telah melahirkan anak ketiganya pada bulan Juli lalu. Hal ini diketahui saat Acuy berkunjung ke sekitar Camp Rasak, Suaka Margasatwa Lamandau, dengan menggendong bayinya.

Form Subscribe