OF-UK Indonesia bersama dengan BKSDA Kalimantan Tengah berupaya keras untuk melindungi hutan agar orangutan dan satwa liar lainnya memiliki habitat alami yang layak untuk berkembang biak. Berbagai kegiatan seperti restorasi, patroli, dan edukasi yang melibatkan berbagai pihak terus digelar demi keutuhan keragaman hayati yang kita miliki.
Kegiatan restorasi telah dimulai sejak tahun 2015. Saat ini upaya restorasi berlangsung di empat site di Suaka Margasatwa Lamandau dengan total luasan lebih dari 230 ha, dan dipastikan akan terus bertambah tiap tahunnya. Kami terus berusaha memulihkan kondisi hutan, melakukan pemeliharaan pada lahan yang telah direhabilitasi dan pengelolaan ancaman kebakaran.

Upaya perlindungan hutan secara berkelanjutan kami lakukan secara masif. Kegiatan patroli dilakukan di darat maupun di sungai. Hal ini dilakukan untuk memastikan rumah orangutan serta satwa liar lain aman dari berbagai gangguan yang mungkin terjadi, seperti tindakan ilegal kehutanan.


Peningkatan kesadaran masyarakat berbagai umur, tanpa mengenal latar belakang pendidikan maupun latar sosial juga dilakukan melalui bermacam-macam kegiatan edukasi. Kunjungan ke sekolah, sosialisasi terhadap masyarakat, serta lokakarya digelar agar semangat dan usaha untuk melindungi orangutan dan habitatnya dapat disebarkan dengan merata.
Pada 19 Mei lalu, OF-UK Indonesia dan BKSDA Kalimantan Tengah mengajak unsur pemerintah, LSM/NGO, dan sektor swasta, untuk berdiskusi bersama pada kegiatan Workshop Integrated Landscape Management Rencana Pengelolaan Populasi Orangutan (RPPO) yang bertema “Collective Commitment for Orangutan Conservation Across Landscapes”. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendukung implementasi program konservasi orangutan dan habitatnya di wilayah kerja Seksi KSDA Wilayah II KSDA Kalteng.

Mengingat bahwa diperkirakan 70% populasi orangutan berada di luar wilayah konservasi, seperti perkebunan kelapa sawit dan sebagainya. Keterlibatan masyarakat lokal serta pemangku kebijakan mempunyai andil yang besar dalam upaya perlindungan orangutan dan hutan. Kami juga mendorong perusahaan kelapa sawit, penebangan kayu, untuk menyusun Praktik-Praktik Tata Kelola Terbaik (Best Management Practices/BMP) bagi pelestarian orangutan.
Kepunahan bukanlah masalah sepele. Dengan tetap melindungi keanekaragaman hayati, maka konflik antara manusia dan orangutan akan mereda. Dukungan seluruh sektor diperlukan agar dapat mendatangkan manfaat untuk manusia dan orangutan.
